Senin, 18 April 2011

Perjalanan seorang supir menuju jalan sufi part 12

http://uwadjelly-ambo.blogspot.com/PERJALANAN Seorang SUPIR menuju jalan SUFI Part 12
.oleh Uwa Djelly Tjaniago pada 26 Januari 2010 jam 14:52.Selesai Aku membayar semua yang kami makan bertiga bangkit dan berkata aku duluan
ke kantor,Si Supir itu pun menjawab monggo, katanya, dan aku berjalan duluan menuju
kantor yang beradadisebrang jalan dari tempat kami sarapan itu,

Lalu si supir dan pramugari menyusul juga menyebrang jalan menuju ke kantor,
sesampai di kantor sesuai pesan pramugari kepadaku semua sarung bantal selimut dan
Botol-botol minumanaku turunkan dari dalam mobil aku angkat dan kuserahkan
kepada orang gudang yang memang kebagiannya mengurus segala perbekalan yang diperlukan ,

Sambil menunggu muntir datang aku duduk di dalam bus sambil merokok, kemudian supir bus itu
datang menghampiriku, lalu si supir memberikan kepadaku secarik kertas yang sudah di tulis,
dan sambil berkata tolong nanti berikan kepada muntir laporan ini , lalu supir itu pamit mau pulang ke rumahnya untuk beristirahat karna nanti malam akan berangkat lagi ke yokyakarta,

Aku masih belim mengerti apa yang harus aku kerjakan dan kemana aku harus beristirahat karna
aku gak punya tempat tinggal , Aku belum ada tempat untuk menitipkan semua pakaianku,
dan sementara pakaianku yang bersih tinggal 4 pasang lagi yang bersih, dalam kondisi yang serba
tak jelas itu aku ditegur oleh seorang kernet mobil yang parkir disebalah mobil ku itu,

Si kernet mobil itu menyapaku dengan bahasa yang agak sedikit menyombongkan diri karna dia
merasa (kernet) senior diperusahaan itu, Mas kok montor mu belum di cuci sapanya padaku
Aku jawab nanti aja mas , mau nunggu muntir dulu jawabku, sambil aku berpikir apa iya aku yang
mau mencuci bus sebesar ini,

Sangking penasaran nya aku, lalu aku bertanya kepada teman sesama kernet , apa betul kita
(kernet) yang mencuci mobil ini tanyaku, lalu kawan itu menjawab dengan gaya nya yang
menyebelkan,lho siapa lagi yang mau nyuci kalau gak sampean jawabnya ketus, tak lama
berselang muntir datang dan naik ke mobilku dan muntir itupun bertanya kepadaku ada laporan
kerusakan ndak kata si muntir,lalu aku jawab ini ada catatannya dari supir sebelum pulang kataku,

Aku berikan catatan yang di titipkan supir tadi pagi kepada muntir, setelah muntir membaca
laporan itu lalu si muntir menyarankan aku supaya memberikan laporan itu nanti kepada kepala
mekanik, atasan nya,lalu si muntir bertanya lagi kepadaku.mbak medy (pramugari) mana, tanyanya
kepadaku, aku jawab beliau masih di dalam kantor.......

setelah semua muntir datang pagi itu lalu mereka muntir-muntir berbagi tugas mobil yang mana
yang mau dikerjakan sesuai ke ahlian mereka masing-masing,Ternyata kernet yang berbicara
dengan ku tadi adalah adik seorang muntir yang bekerja di perusahaan itu juga,

Tidak lama kemudian Mbak medy (Pramugari) keluar dari kantor dan lansung menghampiri aku
ke mobil , mbak medy merapikan semua barang-barang milik pribadinya lalu beliau bertanya
kepadaku mas nanti sampean jangan lupa kalau mau menaikkan paket lihat alamatnya biar nanti
gak repot nuruninnya maksutnya di atur yang lansung ke yokyakarta di tarok di bagian dalam
karna itu diturunkan paling terahir,aku jawab dengan singkat aja, Iya mbak.............

setelah selesai mbak medy memberitau kepadaku tentang pekerjaan yang harus aku lakukan
lalu mbak medy bertanya lagi kepadaku.sampean gak ada saudara di syrabaya ini tanyanya
kepadaku, aku jawab aku gak punya siapa-siapa di sini mbak jawabku,lalu dia bertanya lagi
terus pie nek sampean libur nanti mau pulang kemana , tanyanya lagi, aku jawab belum tau mbak,

Kayaknya mbak medy mulai berpikir tenteng aku sejak melihat sikapku tadi pagi yang membayarkan sarapan mereka itu,selanjutnya mbak medy mengingatkan ku hati-hati itu tas mu jangan di tinggal
tinggal katanya se olah-olah dia ikut memperdulikan aku pada waktu itu, dan ahirnya kami akrab
bercerita tentang bagai mana sampai aku datang ke surabaya yang tampa ada tujuan...
tapi aku selalu berusaha menutupi siapa diriku ini yang sebenarnya,

lama kami bercerita di dalam mobil sambil menunggu kepala teknik/ muntir , dan ahirnya mbak
medy berbaik hati menawarkan kepadaku, dari pada sampean repot-repot bawa tas sebesar
mending simpan aja tasnya dulu nengnggonku (Di rumahku) katanya.. bawa aja secukupnya
untuk salin aja, katanya , nanti kalau sudah libur saya temani mencari kontrakan katanya lagi.

Ahirnya aku mengikuti sarannya mbak medy, Aku ambil pakaianku dua pasang dari dalam tas ku
yang lainnya akan aku titipkan dulu di rumahnya mbak medy,setelah kami selesai bercerita mbak
medy pun pamit mau pulang istirahat dulu karna nanti malampun akan berangkat lagi ke yokyakarta
mbak medy pulang membawa tas ku kerumah kontrakannya yang tidak begitu jauh dari pool bus
tempat kami sama-sama bekerja,

Setelah mbak medy pulang Tinggal aku sendiri di dalam mobil , hatiku mulai sedikit agak lapang karna sudah ada tempat yang aman untuk menyimpan tas pakaianku,sebagai manusia yang normal aku
mulai berfikir tentang mbak medy yang baru mengenal aku beberapa hari tapi sudah mau berbaik hati kepadaku,apakah ini tanda tanda dua anak adam yang belain jenis mempunyai perasaan yang sama
Aku jadi ngelantur berfikir tentang mbak medy atau memang dia hanya sekedar kasihan melihatku,

Aku yang sedang terbuai dalam lamunan tiba-tiba aku di panggil oleh muntir, mas hari sudah siang
begini kok mobilmu belum di cuci kata si muntir kepadaku,ya sebentar lagi mas jawabku
jujur aja pada waktu itu kalau ada orang yang bisa ku bayar untu mencuci mobil itu pasti akanku
suruh orang mencucinya , aku belum siap rasanya mau mencuci mobil di depan orang banya rasa
malu yanggak mampu untukku bendung,

Dengan sangat terpaksa pada waktu itu aku berusaha menghilangkan semua rasa yang akan
menyusahkan batinku sendiri, aku bertanya kepada muntir mana selang air untuk mencuci mobil mas
tanyaku kepada muntir yang ada didekatku, lalu si muntir menjawab gak ada selang katanya
aku bertanya lagi terus kalau mau nyuci mobil air nya dari mana tanyaku, di jawab lagi sama muntir itu
di ambil pakai ember di belakang sana kata si muntir.........................

Bertambah beban batin ku, kalau tadinya aku sudah agak sedikit bersemangat untuk bekerja
walau cuma sebagai seorang kernet tapi aku sudah ada teman yaitu mbak medy..
giliran aku di bilang di suruh mengangkat air pakai ember untuk mencuci bus batinku betul-betul
berontak aku lihat besarnya mobil yang mau aku cuci aku lihat pula tempat mengambil air yang
lumayan jauh..............

Sesuatu pekerjaan yang sangat terpaksa rasanya buat aku pada saat itu.tapi mau tidak mau
terpaksa atau tidak pekerjaan itu harus aku lakukan, dari mulai memegang ember kosong sampai
mengangkat air ke mobil aku selalu menundukkan wajahku,rasa gengsi rasa malu rasa jadi bos
jalanan semuanya bermunculan dalam benakku,

Karna aku belum mengusai cuci men cuci memang terasa capek dan lama di bandingkan dengan
kernet lainnya tidak sampai dalam waktu satu jam mereka sudah pada selesai mencuci mobil
Aku sudah hampir dua jam belum juga selesai,



Pasti kalau msh Ada kesempatan nyambung lg...

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar